Alamat :

Jl. Cerme No. 24 Cilacap

DAGUSIBU

Obat-obatan merupakan benda yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Dapat dipastikan setiap rumah tangga pasti tersedia obat. Mulai dari obat untuk balita, anak-anak, dewasa, dan juga untuk lansia. Obat-obatan tersedia dari beragam jenis, seperti obat sakit kepala, sakit gigi, kembung, dan wasir. Dalam pengobatan, obat digunakan untuk mencegah, menyembuhkan, memulihkan, dan meningkatkan kesehatan. Sediaan obat ada banyak macamnya, seperti misalny bentuk tablet, sirup, obat tetes, obat kumur, lotio, krim, suppositoria, dan obat vagina.

Dalam dosis terapinya obat dapat digunakan untuk mengobati penyakit. Namun dalam dosis yang berlebih, obat dapat menjadi racun/toksik bagi tubuh, sehingga kita harus cermat dalam menggunakan obat agar efektif bekerja di dalam tubuh. Hal ini yang menjadi realitas di masyarakat kita. Sebagian besar masyarakat belum memahami cara pemanfaatan obat secara tepat. Terkadanng ada yang membeli obat keras stanpa resep dokter, menyimpan obat disembarang tempat hingga membuangnya tanpa perduli efek bagi lingkungan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengenal Konsep DAGUSIBU.

Apakah DAGUSIBU itu ?

DAGUSIBU merupakan singkatan dari DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang. Slogan ini mengajak kita untuk mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan cara yang benar. Lalu apa saja 4 komponen DAGUSIBU tersebut ?

  1. DA (Dapatkan obat dengan benar)

Untuk memperoleh obat-obatan dengan benar adalah dengan membelinya di apotek, toko obat berizin, rumah sakit, puskesmas, dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan.

Selain itu, sebagai masyarakat yang bijak terhadap penggunaan obat, sebaiknya ketika membeli/menerima obat terlebih dahuli periksa penandaan dalam kemasan obat seperti nama obat (merk obat), nama produsen, komposisi obat, tata cara penggunaan, peringatan, efek samping, tanggal kadaluarsa, nomor batch, tanda golongan obat, dan nomor registrasi oabat (No. BPOM). Selain itu perlu diperhatikan dan di cek lebih dahulu kualitas kemasan, seperti apakah segelnya masih rapat, kemasan yang utuh, kualitas kemasan.

Perlunya kita sebagai masyarakat cermat terhadap hal-hal tersebut yaitu agar dapat terhindar dari bahaya obat palsu yang marak beredar di pasaran.

  1. GU (Gunakan obat dengan benar)

Sebelum mengkonsumsi obat, sebaiknya perhatikan dahulu indikasi dari obat tersebut, lalu sesuaikan dengan kebutuhan anda, tepat atau tidak dengan gejala yang dialami. Obat yang digunakan harus sesuai dengan aturan pakai obat yang tertera dalam kemasan atau brosur. Baca peringatan yang tercantum dalam kemasan atau brosur sebelum mengkonsumsinya. Perhatikan juga bentuk sediaan obat, tidak semua obat digunakan dengan cara ditelan. Ada yang digunakan dengan cara dihisap, diletakan dibawah lidah, diletakan diantara gigi dan gusi, dioleskan, dan lain sebagainya.

Selain itu perhatikan waktu penggunaan obat, seperti misalnya setiap 4 jam, setiap 6 jam, setiap 12 jam, setiap 24 jam dalam sehari.

  1. SI (Simpan obat dengan benar)

Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak agar tidak salah digunakan oleh anak-anak. Obat disimpan dalam kemasan aslinya dan ditutup rapat. Simpanlah obat dilingkungan yang sejuk, kering, terhindar dari sinar matahari langsung. Untuk obat dalam bentuk cair, seperti sirup, suspensi, emulsi jangan disimpan di dalam lemari pendingin/freezer karena dapat membeku dan dapat merusak zat aktif dari obat tersebut. Untuk sediaan spray/aerosol jangan diletakan pada suhu yang panas/tinggi karena dapat meledak, sedangkan untuk sediaan suppositoria harus diletakan dalam lemari pendingin (bukan di freezer) agar tidak meleleh.

  1. BU (Buang obat dengan benar)

Obat yang telah rusak dan kadaluarsa sebaiknya langsung dibuang meskipun jumlahnya masih banyak. Cara membuang obat yang benar adalah keluarkan obat yang telah rusak/kadaluarsa dari wadah aslinya, hancurkan obat tersebut (jika berbentuk tablet maka gerus halus, jika berbentuk kapsul maka keluarkan serbuk obat dari cangkang kapsul, jika berbentuk cairan maka diencerkan terlebih dahulu dengan air) untuk menghindari penyalahgunaan obat, setelah itu masukan obat tersebut dalam wadah tertutup rapat, dan buang wadah tersebut.

 

Sumber : http://harian.analisdaily.com

Leave a Comment

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat