Alamat :

Jl. Cerme No. 24 Cilacap

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang menimbulkan masalah bagi masyarakat dan penyebaran penyakit tersebut sangat cepat. Cara penyebaran penyakit DBD adalah melalui gigitan nyamuk Aedes Aegyepti. Nyamuk ini sangat cocok hidup di daerah dengan iklim tropis atau sub tropis, Indonesia adalah tempat yang cocok untuk tempat hidup nyamuk tersebut.

Penyakit demam berdarah ditandai dengan gejala seperti :

  1. Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari
  2. Manifestasi pendarahan
  3. Uji Tourniquet positif
  4. Trombositopeni (jumlah trombosit ≥ 1000/µl)
  5. Hemokonsentrasi (peningkatan hematocrit ≤20%)
  6. Disertai dengan tanpa perbesaran hati

Selain mengetahui manifestasi klinis dari penyakit DBD kita juga perlu mengetahui fase penyakit demam berdarah yang biasa dialami ketika seseorang terkena virus ini, yaitu  :

  • Fase demam

Demam merupakan gejala khas dari DBD. Pada fase ini demam yang dialami oleh penderita terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab pasti. Demam biasanya mencapai 400 C selama 2-7 hari. Demam tinggi yang terjadi pada penderita biasanya disertai dengan munculnya kulit kemerahan, muka kemerahan, nyeri pada seluruh badan, nyeri otot, sakit kepala. Namun bila demam mencapai lebih dari 10 hari, maka kemungkinan demam tersebut bukan gejala DBD.

Pada beberapa kasus lainnya, gejala lain dari DBD yaitu nyeri tenggorokan, sakit disekitar bola mata, kehilangan nafsu makan atau anoreksia, serta mual muntah. Gejala tersebut yang menyebabkan penurunan sel darah putih dan trombosit yang mengarahkan dokter pada diagnosis DBD. Untuk pencegahan penderita DBD dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih untuk menurunkan suhu tubuh dan mencegah terjadinya dehidrasi.

  • Fasekritis

Setelah melewati fase demam, penderita DBD akan mengalami fase kritis. Pada fase ini sering sekali menjadi pengecoh, karena penderita merasa dirinya sudah sembuh dan dapat melakukan aktifitas dengan normal kembali. Pada fase ini suhu tubuh penderita sudah kembali normal yaitu mencapai 370C.

Tetapi apabila fase ini diabaikan dan tidak menerima pengobatan, maka trombosit akan terus turun secara drastis dan dapat menyebabkan pendarahan yang seringnya tidak disadari. Fase ini berlangsung 24-38 jam. Pada fase ini pasien memiliki resiko tinggi mengalami kebocoran pembuluh darah. Indikasi dari terjadinya kebocoran pembuluh darah adalah penderita mengalami muntah dengan frekuensi yang sering, mimisan, pembesaran organ hati, atau nyeri perut yang tidak dapat ditahan.

  • Fasepenyembuhan

Apabila penderita berhasil melalui fase kritis maka penderita kembali merasakan suhu tubuh yang tinggi/demam. Kondisi in imerupakan fase penyembuhan dimana trombosit akan perlahan naik dan normal kembali. Penderita akan mengalami pengembalian cairan tubuh secara perlahan pada 48-72 jam setelahnya.

Pada fase ini kesehatan pasien akan berangsur membaik dengan ditandai dengan peningkatan nafsu makan, penurunan gejala nyeri perut, dan fungsi diuretic yang membaik, jumlah sel darah putih kembali normal, diikuti dengan pemulihan jumlah trombosit.

Langkah utama untuk mencegah kemungkinan terjadinya kematian pada penderita DBD adalah dengan memberikan asupan yang dapat menaikan jumlah trombosit pada saat memasuki fase kritis. Caranya adalah dengan mengkonsumsi jambu biji atau dapat juga dengan konsumsi angkak.

Jambu biji kaya akan kandungan trombinol yang mampu merangsang trombopoietin lebih aktif, sehingga dapat menghasilkan keeping darah darah merah lebih banyak memicu pembentukan platelet atau trombosit darah baru.

Faktor Resiko

Siapa yang dapatberesikoterjangkitDBD ?

  1. Tinggal atau berpergian ke daerah dengan iklim tropis, seperti pada Asia Tenggara, bagian barat Kepulauan Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia.
  2. Infeksi sebelumnya dengan virus DBD meningkatkan resiko gejala yang serius jika terinfeksi kembali.

Cara Pencegahan Demam Berdarah

  1. Budayakan hidup bersih, bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar
  2. Menggunakan losion anti nyamuk, dengan kandungan N-diethylmetatoluamide. Penggunaan lotion tidak dianjurkan untuk anak dibawah usia 2 tahun
  3. Memasang kawat anti nyamuk di bagian ventilasi udara
  4. Bersihkan tempat bersarangnya nyamuk dengan menutup penampungan air yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Taburkan serbuk abate agar jentik nyamuk mati.
  5. Membasmi nyamuk dengan Fogging (pengasapan)  sebagai langkah seterilisasi lingkungan dan menekan populasi nyamuk, maka fogging cukup efektif menekan jentik nyamuk untuk tumbuh dan berkembang biak.

 

 

SUMBER :

Candra, A. Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. Aspirator. 2010;                       Vol. 2 No. 2: 110-119.

https://hellosehat.com/penyakit/demam-berdarah-dengue-dbd/

 

Leave a Comment

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat