Alamat :

Jl. Cerme No. 24 Cilacap

MENGENAL CAMPAK DAN RUBELLA

Apa itu Campak dan Rubella?

Penyakit Campak dikenal juga sebagai Morbili atau Measles. Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk dan/atau pilek dan/atau mata merah (conjunctivitis). Penyakit ini akan sangat berbahaya bila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, meningitis, bahkan dapat menyebabkan kematian. Manusia diperkirakan satu-satunya inang (reservoir), walaupun monyet dapat terinfeksi tetapi tidak berperan dalam penularan.

Penyakit Rubella adalah suatu penyakit yang mirip dengan Campak yang juga ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk atau bersin. Seperti juga Campak, Rubella disebabkan oleh virus. Virus Rubella cepat mati oleh sinar ultra violet, bahan kimia, bahan asam dan pemanasan. Rubella pada anak sering hanya menimbulkan gejala demam ringan atau bahkan tanpa gejala sehingga sering tidak terlaporkan, sedangkan Rubella pada wanita dewasa sering menimbulkan sakit sendi (arthritis atau arthralgia). Rubella pada wanita hamil terutama pada kehamilan trimester pertama dapat mengakibatkan keguguran atau bayi lahir dengan cacat bawaan yang disebut congenital rubella syndrome (CRS).

Campak dan Rubella merupakan penyakit yang hamper sama, gejala yang ditimbulkan juga hamper sama. Hanya saja penyebabnya yang sedikit berbeda.

Gejala Campak dan Rubella

Gejala akan muncul 2 sampai 3 minggu sejak terpapar virus, dan dapat berlangsung selama 1-5 hari. Gejalanya meliputi:

  • Ruam merah yang bermula di wajah, lalu menyebar ke badan dan tungkai.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Pilek dan hidung tersumbat.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mata merah.
  • Nyeri sendi, terutama pada remaja wanita.
  • Muncul benjolan di sekitar telinga dan leher, akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala yang timbul akibat rubella biasanya ringan, sehingga sulit terdeteksi. Namun begitu seseorang terinfeksi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5-7 hari. Periode yang paling rentan untuk menularkan penyakit ini pada orang lain adalah pada hari pertama sampai hari kelima setelah ruam muncul.

Kapan harus memeriksanan anak ke dokter ? Periksakanlah dengan segera apabila andak anda muncul gejala-gejala seperti yang telah disebutkan tadi.

Siapakah yang berisiko terkena Campak dan Rubella?

Setiap orang yang belum pernah divaksinasi Campak atau sudah divaksinasi tapi belum mendapatkan kekebalan, berisiko tinggi tertular Campak dan komplikasinya, termasuk kematian. Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Tetapi yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek kepada janin (teratogenik) apabila Rubella ini menyerang wanita hamil pada trimester pertama. Infeksi Rubella yang terjadi sebelum terjadinya pembuahan dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kematian janin atau sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) pada bayi yang dilahirkan. CRS umumnya bermanifestasi sebagai Penyakit Jantung Bawaan, Katarak Mata, bintik-bintik kemerahan (Purpura), Microcephaly (Kepala Kecil) dan Tuli.

Komplikasi Campak dan Rubella

Sebagian besar penderita campak sembuh dalam beberapa hari. Tetapi pada beberapa kasus, campak dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:

  • Dehidrasi akibat diare dan muntah
  • Peradangan pita suara
  • Infeksi mata
  • Infeksi telinga
  • Paru-paru basah
  • Kejang

Bila terjadi pada ibu hamil, terutama yang belum mendapatkan imunisasi, campak dapat menyebabkan sejumlah komplikasi pada janin, seperti terlahir prematurlahir dengan berat badan rendah, bahkan kematian janin.

Pada kasus yang jarang terjadi, campak juga dapat menimbulkan komplikasi berupa:

  • Radang dan infeksi pada otak
  • Infeksi pada organ hati atau hepatitis
  • Infeksi pada saraf mata
  • Mata juling atau strabismus
  • Gangguan pada sistem saraf dan jantung

Gambaran situasi terkini penyebaran Campak dan Rubella di Indonesia

Setiap tahun melalui kegiatan surveilans dilaporkan lebih dari 11.000 kasus suspek campak, dan hasil konfirmasi laboratorium menunjukkan 12–39% di antaranya adalah campak pasti (lab confirmed) sedangkan 16–43% adalah rubella pasti. Dari tahun 2010 sampai 2015, diperkirakan terdapat 23.164 kasus campak dan 30.463 kasus rubella. Jumlah kasus ini diperkirakan masih lebih rendah dibanding angka sebenarnya di lapangan, mengingat masih banyaknya kasus yang tidak terlaporkan, terutama dari pelayanan kesehatan swasta serta kelengkapan laporan surveilans yang masih rendah.

Di Indonesia, Rubella merupakah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data surveilans selama lima tahun terakhir menunjukan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia <15 tahun. Selain itu, berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit CRS di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat 2.767 kasus CRS, 82/100.000 terjadi pada usia ibu 15-19 tahun dan menurun menjadi 47/100.000 pada usia ibu 40-44 tahun.

Pencegahan Campak dan Rubella

Campak bisa dicegah dengan pemberian vaksin campak dan dilanjutkan dengan vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan rubella (vaksin MMR). Pemberian vaksinasi harus sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter. Imunisasi MMR dilakukan pada usia 15 bulan dan diulang pada usia 5 tahun.

Selain imunisasi, penderita campak disarankan tetap di rumah sampai gejala mereda, guna mencegah penularan penyakit. Tujuannya adalah agar penderita campak tidak kontak dengan orang lain, minimal sampai 4 hari setelah timbul ruam.

Bagimana cara mengobati penyakit campak dan rubella ?

Pada dasarnya prinsip penanganan penyakit ini adalah dengan terapi suportif. Pasalnya virus penyebab penyakit ini bersifat self limiting disease, sehingga penyakit ini idealnya dapat sembuh dengan sendirinya.

Akan tetapi, Anda tetap harus mengendalikan perkembangan virus di dalam tubuh anak, agar tidak menyebar ke organ vital lain, seperti otak dan paru. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi campak pada bayi dan anak.

  1. Banyak istirahat

Kunci mengatasi campak pada bayi anak adalah dengan memperbanyak istirahat. Oleh karena itu, pastikan anak Anda mengurangi aktivitas fisik dan bermainnya untuk sementara waktu.

Dengan mendapatkan istirahat yang cukup, sistem kekebalan tubuh anak Anda pun akan semakin kuat untuk melawan infeksi virus yang berkembang biak di dalam tubuhnya.

  1. Batasi kontak dengan lingkungan sekitar

Orang yang terkena penyakit ini harus “diasingkan” sementara waktu karena penyakit ini bersifat sangat menular. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk membatasi si kecil dari kontak dengan lingkungan sekitarnya, supaya penyakit yang ia derita tak menular ke teman-temannya. Jika anak Anda sudah bersekolah, mintalah izin untuk tidak masuk sekolah hingga demam dan ruamnya hilang.

Pisahkan pula anak yang terkena penyakit ini dari saudaranya, terutama bila Anda memiliki anak bayi yang belum menerima imunisasi campak. Untuk anggota keluarga atau kontak yang rentan, dapat diberikan vaksinasi atau human immunoglobulin untuk pencegahan. Ada baiknya juga anak diberi masker untuk membatasi penularan melalui batuk atau bersin.

Yang tidak kalah penting, pisahkan semua peralatan mandi maupun makan yang digunakan si kecil apabila ia terkena penyakit ini. Hal ini dilakukan supaya menghindari penularan campak pada bayi dan anak lewat kontak tidak langsung.

  1. Perhatikan asupan makanan

Memerhatikan asupan makanan bergizi memegang peranan penting untuk mengatasi campak pada bayi dan anak. Konsumsilah makanan bergizi seimbang dari buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin.

Sayangnya, campak pada bayi dan anak seringkali membuat mereka sulit makan karena gejala penyakit ini terkadang dapat mengiritasi kerongkongan.

Meski begitu jangan khawatir, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan makanan dalam bentuk bubur. Pastikan Anda juga menghindari gorengan dan makanan serta minuman dingin untuk sementara waktu.

  1. Jangan takut mandi

Banyak orang percaya jika campak pada bayi dan anak tidak boleh kena air karena dapat memperparah bercak merah di kulitnya. Akibatnya, tidak sedikit orangtua yang tidak memperbolehkan anaknya untuk mandi.

Padahal faktanya, setelah anak sudah tidak demam lagi, Anda dapat memandikan si kecil. Hal ini dilakukan untuk mengurangi gatal karena ruam sekaligus memberikan kenyamanan untuk si kecil.

Ketika mandi, pakailah sabun yang tidak mengiritasi kulitnya yang sedang bermasalah. Setelah mandi, keringkan tubuh si kecil dengan kain lembut dan berikan bedak khusus gatal pada badannya.

  1. Minum banyak air putih

Campak pada bayi dan anak memunculkan gejala awal demam tinggi. Nah demam tinggi yang dialami anak saat terserang penyakit ini umumnya akan menguras cairan dan elektrolit tubuh.

Oleh karena itu, berikan minum yang cukup untuk menjaga cairan tubuh  dan mengganti cairan yang hilang bila anak juga mengalami muntah dan diare saat mereka mengalami penyakit ini.

  1. Minum obat pereda nyeri

Untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit, anak Anda dapat mengonsumsi obat penurun demam dan pereda nyeri seperti aspirin (paracetamol) dan ibuprofen.

Namun pastikan Anda tidak memberikan obat aspirin jika si kecil belum berusia di atas 16 tahun. Pemberian obat aspirin pada anak di bawah usia 16 tahun dapat menyebabkan anak terkena sindrom Reye’s. Penggunaan antibiotik jarang dilakukan kecuali jika dokter menemukan infeksi lain yang dialami oleh si kecil.

Selain itu suplementasi vitamin A juga mampu membantu mempercepat pemulihan kondisi jika Anda atau si kecil mengalami penyakit ini. Dosis vitamin A yang diberikan adalah:

  • Bayi usia kurang dari 6 bulan 50.000 IU/hari PO diberi 2 dosis.
  • Usia 6-11 bulan 100.000 IU/hari PO 2 dosis.
  • Usia di atas 1 tahun 200.000 IU/hari PO 2 dosis.
  • Anak dengan tanda defisiensi vitamin A, 2 dosis pertama sesuai usia, dilanjutkan dosis ketiga sesuai usia yang diberikan 2-4 minggu kemudian.

Selalu konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen tambahan. Pasalnya dosis dan aturan pakai setiap suplemen mungkin berbeda.

 

 

Sumber :

http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/mr_measles_status.pdf?ua=1

https://www.alodokter.com/campak/pencegahan

https://www.alodokter.com/campak/pencegahan

 

Leave a Comment

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat