Alamat :

Jl. Cerme No. 24 Cilacap

Bermasalah Dengan Karang Gigi ?

Salah satu masalah gigi yang paling sering disepelekan adalah karang gigi. Padahal, karang gigi yang dibiarkan terus dapat muncul semakin banyak dan mengiritasi gusi. Untungnya, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan karang gigi agar tidak semakin parah.

Karang gigi adalah plak yang mengeras di permukaan gigi. Karang gigi biasanya ditemukan di atas garis gusi. Ketika disentuh menggunakan lidah, karang gigi cenderung kasar.

Cara menghilangkan dan Pengobatan  karang gigi dengan scaling

Plak yang masih tipis dapat dihilangkan dengan rutin menyikat gigi dan membersihkan gigi pakai benang (flossing). Namun, lain ceritanya kalau plak sudah tebal dan mengeras.

Plak tebal dan mengeras butuh dihilangkan dengan perawatan khusus yang hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi. Dalam dunia medis, prosedur pembersihan karang gigi dinamakan scaling.

Cara membersihkan karang gigi satu ini dilakukan dengan alat yang disebut ultrasonic scaler. Alat khusus ini bekerja merontokkan karang yang ada di sela-sela gigi dan di bagian gari gusi. Kedua bagian ini biasanya sulit dijangkau dengan sikat gigi.

Scaling gigi idealnya dilakukan setiap enam bulan sekali. Dengan scaling, karang gigi yang sangat keras sekali pun dapat hilang. Meski begitu, ada orang yang mungkin butuh lebih sering bolak-balik scaling karena kerusakan gigi yang dialaminya sudah terlanjur parah.

Namun yang penting juga dipahami adalah risiko efek sampingnya. Proses scaling dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti perdarahan, gusi bengkak dan nyeri. Hal ini terjadi karena gusi dan gigi yang berkarang masih menyesuaikan diri dengan proses scaling tersebut.

Akan tetapi Anda tak perlu khawatir. Efek samping ini umumnya dapat mereda segera setelah perawatan selesai dilakukan.

Cara lain menghilangkan karang gigi sendiri di rumah

Scaling adalah cara menghilangkan karang gigi yang paling cepat dan aman. Meski begitu, ada juga cara lainnya supaya karang gigi Anda tidak semakin banyak dan parah.

1. Sikat gigi dua kali sehari dan dengan cara yang benar

Menyikat gigi secara teratur masuk dalam daftar pertama sebagai cara menghilangkan karang gigi. Terutama untuk karang gigi yang masih berwarna putih.

Para ahli menganjurkan setiap orang menyikat gigi sebanyak dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Supaya benar-benar bersih, sikatlah gigi Anda selama dua menit.

Melansir WebMD, Richard H. Price, DMD, penasihat konsumen untuk American Dental Association, menyarankan Anda untuk menyikat selama 30 detik untuk masing-masiing empat bagian gigi (samping kanan, samping kiri, depan, dalam). Jika dilakukan dengan benar, total waktu yang akan Anda habiskan untuk menyikat gigi tepat dua menit.

Meski rajin menyikat gigi setiap hari, hasilnya akan sia-sia kalau tekniknya salah. Ayo coba cek lagi, sudah benarkah teknik menyikat gigi Anda?

Sikatlah gigi Anda dengan gerakan memutar dari atas ke bawah. Pastikan Anda menyikat setiap bagian gigi sehingga plak dan sisa makanan yang menempel akan hilang. Mulai dari gigi geraham atau atau pada sisi belakang di salah satu sisi mulut.

Pastikan Anda tidak menyikat terlalu keras atau menekan gigi. Kebiasaan ini malah akan mengikis permukaan luar gigi (enamel) yang jadi pemicu gigi sensitif. Jadi, cara membersihkan karang tidak harus dengan menyikat gigi sekuat tenaga.

2. Bersihkan gigi dengan benang

Menyikat gigi hanya membersihkan permukaan gigi saja, tidak sampai menjangkau bagian terdalam sela-sela gigi. Padahal, kebanyakan plak lebih sering ditemukan di bagian sela-sela gigi atau gusi.

Maka, cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan plak pemicu karang adalah membersihkan gigi dengan benang (dental floss). Benang gigi efektif untuk membersihkan sela-sela dan bagian terdalam gigi yang sulit dijangkau oleh blu sikat.

Rutin membersihkan gigi dengan benang juga dapat mengurangi risiko penyakit gusi dan bau mulut.

Membersihkan gigi dengan benang idealnya dilakukan setelah menyikat gigi.

Geseklah benang di sela-sela gigi secara perlahan. Hindari menggesek benang ke sela gigi dan gusi terlalu keras. Bukanya bersih, hal tersebut malah dapat melukai gusi dan membuatnya jadi berdarah.

3. Pilih sikat dan pasta gigi yang tepat

Memakai sikat dan pasta gigi yang benar dapat semakin memuluskan cara Anda menghilangkan karang gigi.

Pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu halus dan lembut. Sesuaikan kepala gigi dengan lebar mulut Anda. Jadi, pastikan bila kepala sikat tidak terlalu kebesaran atau kekecilan.

Penting juga untuk memilih sikat yang gagangnya nyaman ketika digenggam. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk menyikat gigi dengan teknik yang benar.

Untuk pasta giginya, pilih yang mengandung fluoride. Senyawa satu ini dapat membantu membersihkan plak penyebab karang gigi. Tak hanya itu. Fluoride juga efektif melindungi dan menjaga permukaan gigi dari kerusakan.

4. Gunakan obat kumur

Berkumur pakai mouthwash alias obat kumur juga jadi cara tepat untuk menghilangkan karang gigi.

Obat kumur dapat membantu merontokkan plak, kotoran, dan sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan gigi.

Bonusnya, obat kumur juga dapat membantu menyegarkan aroma napas Anda. Dengan begitu, Anda jadi terhindar dari risiko bau mulut.

Saat ini sudah banyak tersedia beragam produk obat kumur di pasaran. Sebelum membelinya, bacalah dengan cermat dan teliti komposisi bahan kimia di dalamnya, ya.

Hindari obat kumur yang mengandung alkohol karena dapat menyebabkan mulut kering. Pastikan pula bahwa produk obat kumur yang Anda gunakan telah terdaftar di Badan POM agar menjamin keamanannya.

Berkumurlah pakai obat kumur setelah Anda menyikat gigi. Gunakan obat kumur sesuai dengan dosis yang ada di petunjuk pemakaian atau yang dianjurkan dokter. Dosis obat kumur yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping atau overdosis yang buruk

Beda karang gigi dengan karies

Masih banyak orang yang menganggap bahwa karang gigi dan karies adalah dua hal yang sama. Padahal, tidak begitu.

Karies gigi adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kerusakan gigi atau gigi berlubang. Kondisi ini terjadi ketika lapisan terluar gigi yang disebut enamel terkikis dan lama-lama menyebabkan gigi berlubang.

Lubang mungkin akan terus membesar hingga akar gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan gigi ngilu, infeksi, dan gigi ompong.

Sementara karang gigi adalah plak yang mengeras. Plak merupakan lapisan lengket yang terdiri dari bakteri, kotoran, dan sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan gigi.

Pada awalnya, plak berwarna putih kekuningan. Ketika dibiarkan terus menumpuk di gigi, plak yang tadinya kuning dapat berubah warna menjadi menghitam.

Lama-kelamaan, plak yang menghitam akan tampak seperti batu karang yang menempel pada gigi. Warna karang gigi yang cenderung pekat membuat tampilan gigi menjadi kusam dan tak terawat.

Karang gigi jangan disepelekan

Karang gigi harus segera dibersihkan. Meski tidak membuat sakit, masalah ini tidak boleh disepelekan.

Bila dibiarkan terus menumpuk, plak dapat membuat gusi meradang dan iritasi. Plak juga akan mengeras dari garis gusi dan sela-sela gigi kemudian menyebabkan berbagai masalah gigi lainnya. Salah satunya, gingivitis.

Gingivitis adalah kondisi ketika gusi Anda mengalami peradangan. Kondisi ini dapat membuat gusi sensitif dan mudah berdarah. Bila gingivitis dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, maka akan berlanjut pada penyakit gusi (periodontitis),

Periodontitis terjadi ketika peradangan di gusi berubah menjadi infeksi yang menyebar hingga ke bagian tulang penyokong gigi. Kondisi ini dapat membuat gigi Anda mudah goyah dan bahkan bisa tanggal sendiri.

Permasalahan lain yang dapat timbul akibat karang gigi yang dibiarkan terus adalah bau mulut. Bau mulut dapat muncul karena plak penyebab karang gigi bercampur dengan sisa makanan. Akibatnya, terjadilah pembusukan dalam rongga mulut yang menyebabkan aroma napas Anda tidak sedap.

Di samping itu, warna karang yang cenderung pekat tentu akan membuat gigi Anda terlihat kusam tak terawat. Hal ini tentu akan memengaruhi kepercayaan diri Anda untuk menampilkan senyuman.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Dentomaxillofacial Radiology, Pathology and Surgery menemukan hal yang lain. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa penyakit gusi kronis dapat menyebabkan anemia. Lebih jauh, bakteri penyebab infeksi gusi dapat menyebar dan masuk ke dalam organ-organ tubuh lainnya.

Segera coba berbagai cara menghilangkan karang gigi di atas sebelum terlambat. Kesehatan mulut yang baik juga akan memengaruhi kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh.

 

Gejala Karang Gigi

Karang gigi dapat dikenali dengan adanya lapisan seperti kotoran berwarna kekuningan atau kecokelatan pada garis gusi, dan sulit dihilangkan meski telah dibersihkan atau disikat berulang kali. Karena karang gigi merupakan dampak dari plak gigi yang tidak ditangani, maka penderita karang gigi akan merasakan gejala lain berupa mulut kering dan bau mulut.

Secara umum, terbentuknya karang pada gigi tidak menimbulkan gejala yang mengganggu fungsi gigi itu sendiri atau kesehatan tubuh secara menyeluruh. Namun, jika karang gigi tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu munculnya gingivitis. Gingivitis adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada gusi. Ketika karang gigi telah menyebabkan gingivitis, maka gejala yang muncul dapat berupa:

  • Gusi bengkak.
  • Gusi berwarna gelap.
  • Gusi terasa nyeri saat disentuh.
  • Gusi mudah berdarah.

Silahkan cek kesehatan gigi anda di Klinik Al Irsyad Cilacap. Jaga kesehatan badan, gigi dan mulut anda. Kami siap memlayani dan membantu.

 

Sumber :

https://hellosehat.com/hidup-sehat/gigi-mulut/cara-menghilangkan-karang-gigi/

https://www.alodokter.com/karang-gigi

 

Obat Sakit Gigi

Sebagian besar dari kita mungkin pernah mengalami apa yang disebut dengan sakit gigi, atau mungkin juga anda sedang mengalaminya sekarang ini. Nah, obat sakit gigi apa yang dapat kita gunakan untuk meredakan nyeri sakit gigi?

Sebenarnya obat sakit gigi itu hanya dapat meredakan sakit gigi tanpa menghilangkan penyebab sakitnya, tapi mungkin ini akan sangat membantu mengatasi nyeri sakit gigi di saat terdesak. Sakit gigi itu biasanya disebabkan oleh gigi yang berlubang dan biasanya disertai infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan pada pulpa gigi. Pada kondisi seperti ini, biasanya dokter gigi akan memberikan 3 jenis obat sakit gigi kepada pasiennya, yaitu: antibiotik, analgetik, dan anti inflamasi.

Untuk obat sakit gigi yang pertama, yaitu antibiotik, anda dapat menggunakan amoxicillin 500 mg (dewasa)(10 biji), diminum 3x dalam sehari setiap 8 jam (harus dihabiskan semuanya walau sakit gigi sudah reda). Fungsinya adalah untuk mengobati infeksi bakteri. Obat sakit gigi yang kedua adalah anti inflamasi ( alternatif, banyak yang menyarankan tidak perlu ), anda dapat menggunakan natrium diklofenak 50 mg (dewasa) (10bji). Obat sakit gigi yang kedua ini ditujukan untuk mengatasi pembengkakan, minumlah 3x sehari setiap 8 jam. Obat sakit gigi ketiga yang dapat anda gunakan adalah analgetik.

Analgetik ini adalah obat pereda nyeri, untuk obat sakit gigi ini anda dapat menggunakan asam mefenamat 500mg (dewasa)(10biji), biasanya dokter menyarankan obat ini diminum saat anda sakit gigi saja. Catatan untuk asam mefenamat, bagi anda yang menderita maag sebaiknya diganti dengan paracetamol (efek analgetiknya lebih kecil) dengan cara pemakaian yang sama.

Obat sakit gigi di atas biasanya dapat anda beli di apotek tanpa menggunakan resep dokter. Informasi ini saya berikan untuk kondisi terdesak saja, memeriksakan gigi ke dokter gigi lebih baik, karena pada saat pemeriksaan dokter gigi akan lebih detail mengetahui kondisi pasien dan melakukan rencana perawatan yang terbaik.

Untuk obat sakit gigi herbal, ada beberapa alternatif yang dapat anda gunakan. Antara lain:

1. Daun Serai

Daun Serai merupakan bumbu dapur yang sering digunakan sebagai bahan membuat sayuran. Selain sebagai bumbu dapur, serai juga dapat digunakan sebagai obat sakit gigi. Caranya sangat mudah yaitu dengan merebus 50 gram serai segar dengan ditambah 2 gelas air dan sisakan air menjadi 1 gelas kemudian kumur-kumur setidaknya sehari 3 kali sehari.

2. Bawang Putih

Senyawa antiseptik yang terkandung dalam bawang putih berkhasiat menyembuhkan sakit gigi, caranya adalah dengan mengambil 1 siung bawang putih lalu tumbuk hingga halus, kemudian tempelkan pada gigi yang sakit. Setelah 5 menit kumur-kumur dengan air hingga bersih.

3. Getah Jarak.

Tanaman jarak sekarang ini sedang populer, karena dalam getah jarak tersimpan kandungan bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan minyak bumi. Selain digunakan sebagai bahan bakar alternatif, getah jarak juga bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi. Caranya adalah ambil getah jarak dengan kapas, lalu oleskan pada gigi yang sakit.

4. Teh Hangat.

Teh hangat memang segar jika disajikan pada waktu malam hari atau pagi hari, nah didalam kandungan teh hangat terdapat zat yang dapat membunuh bakteri dan kuman pada gigi, sehingga sakit gigi dapat segera hilang.

5. Mentimun

Mentimun selain digunakan sebagai lalap dan pelengkap dalam menyajikan masakan, mentimun juga dapat mengobati sakit gigi. Caranya adalah dengan memotong mentimun kecil-kecil lalu tempelkan pada gigi yang sakit.

6. Mengobati Sakit Gigi dengan Minyak Cengkeh.

Resep tradisional mengobati sakit gigi yang lain adalah dengan menggunakan minyak cengkih. Caranya adalah dengan meneteskan 3 tetes minyak cengkih ke kapas, lalu oleskan ke gigi yang sakit.

7. Peppermint

Peppermint dan garam merupakan perpaduan yang sempurna untuk mengatasi dan menyembuhkan sakit gigi. Caranya yaitu dengan merebus 7gram peppermint dan ditambah dengan sedikit garam campur dengan 1 gelas air dan sisakan setangah gelas, sedu ramuan tersebut setidaknya 2 kali sehari sampai gigi benar-benar sembuh. Mungkin itu sekilas dari saya tentang obat sakit gigi yang dapat anda gunakan, semoga dapat bermanfaat.

WhatsApp chat