Alamat :

Jl. Cerme No. 24 Cilacap

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang menimbulkan masalah bagi masyarakat dan penyebaran penyakit tersebut sangat cepat. Cara penyebaran penyakit DBD adalah melalui gigitan nyamuk Aedes Aegyepti. Nyamuk ini sangat cocok hidup di daerah dengan iklim tropis atau sub tropis, Indonesia adalah tempat yang cocok untuk tempat hidup nyamuk tersebut.

Penyakit demam berdarah ditandai dengan gejala seperti :

  1. Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari
  2. Manifestasi pendarahan
  3. Uji Tourniquet positif
  4. Trombositopeni (jumlah trombosit ≥ 1000/µl)
  5. Hemokonsentrasi (peningkatan hematocrit ≤20%)
  6. Disertai dengan tanpa perbesaran hati

Selain mengetahui manifestasi klinis dari penyakit DBD kita juga perlu mengetahui fase penyakit demam berdarah yang biasa dialami ketika seseorang terkena virus ini, yaitu  :

  • Fase demam

Demam merupakan gejala khas dari DBD. Pada fase ini demam yang dialami oleh penderita terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab pasti. Demam biasanya mencapai 400 C selama 2-7 hari. Demam tinggi yang terjadi pada penderita biasanya disertai dengan munculnya kulit kemerahan, muka kemerahan, nyeri pada seluruh badan, nyeri otot, sakit kepala. Namun bila demam mencapai lebih dari 10 hari, maka kemungkinan demam tersebut bukan gejala DBD.

Pada beberapa kasus lainnya, gejala lain dari DBD yaitu nyeri tenggorokan, sakit disekitar bola mata, kehilangan nafsu makan atau anoreksia, serta mual muntah. Gejala tersebut yang menyebabkan penurunan sel darah putih dan trombosit yang mengarahkan dokter pada diagnosis DBD. Untuk pencegahan penderita DBD dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih untuk menurunkan suhu tubuh dan mencegah terjadinya dehidrasi.

  • Fasekritis

Setelah melewati fase demam, penderita DBD akan mengalami fase kritis. Pada fase ini sering sekali menjadi pengecoh, karena penderita merasa dirinya sudah sembuh dan dapat melakukan aktifitas dengan normal kembali. Pada fase ini suhu tubuh penderita sudah kembali normal yaitu mencapai 370C.

Tetapi apabila fase ini diabaikan dan tidak menerima pengobatan, maka trombosit akan terus turun secara drastis dan dapat menyebabkan pendarahan yang seringnya tidak disadari. Fase ini berlangsung 24-38 jam. Pada fase ini pasien memiliki resiko tinggi mengalami kebocoran pembuluh darah. Indikasi dari terjadinya kebocoran pembuluh darah adalah penderita mengalami muntah dengan frekuensi yang sering, mimisan, pembesaran organ hati, atau nyeri perut yang tidak dapat ditahan.

  • Fasepenyembuhan

Apabila penderita berhasil melalui fase kritis maka penderita kembali merasakan suhu tubuh yang tinggi/demam. Kondisi in imerupakan fase penyembuhan dimana trombosit akan perlahan naik dan normal kembali. Penderita akan mengalami pengembalian cairan tubuh secara perlahan pada 48-72 jam setelahnya.

Pada fase ini kesehatan pasien akan berangsur membaik dengan ditandai dengan peningkatan nafsu makan, penurunan gejala nyeri perut, dan fungsi diuretic yang membaik, jumlah sel darah putih kembali normal, diikuti dengan pemulihan jumlah trombosit.

Langkah utama untuk mencegah kemungkinan terjadinya kematian pada penderita DBD adalah dengan memberikan asupan yang dapat menaikan jumlah trombosit pada saat memasuki fase kritis. Caranya adalah dengan mengkonsumsi jambu biji atau dapat juga dengan konsumsi angkak.

Jambu biji kaya akan kandungan trombinol yang mampu merangsang trombopoietin lebih aktif, sehingga dapat menghasilkan keeping darah darah merah lebih banyak memicu pembentukan platelet atau trombosit darah baru.

Faktor Resiko

Siapa yang dapatberesikoterjangkitDBD ?

  1. Tinggal atau berpergian ke daerah dengan iklim tropis, seperti pada Asia Tenggara, bagian barat Kepulauan Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia.
  2. Infeksi sebelumnya dengan virus DBD meningkatkan resiko gejala yang serius jika terinfeksi kembali.

Cara Pencegahan Demam Berdarah

  1. Budayakan hidup bersih, bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar
  2. Menggunakan losion anti nyamuk, dengan kandungan N-diethylmetatoluamide. Penggunaan lotion tidak dianjurkan untuk anak dibawah usia 2 tahun
  3. Memasang kawat anti nyamuk di bagian ventilasi udara
  4. Bersihkan tempat bersarangnya nyamuk dengan menutup penampungan air yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Taburkan serbuk abate agar jentik nyamuk mati.
  5. Membasmi nyamuk dengan Fogging (pengasapan)  sebagai langkah seterilisasi lingkungan dan menekan populasi nyamuk, maka fogging cukup efektif menekan jentik nyamuk untuk tumbuh dan berkembang biak.

 

 

SUMBER :

Candra, A. Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. Aspirator. 2010;                       Vol. 2 No. 2: 110-119.

https://hellosehat.com/penyakit/demam-berdarah-dengue-dbd/

 

DEMAM PADA ANAK

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada diatas angka 380 C. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Selain itu, demam juga bisa terjadi pada kondisi hipertiroidisme, artritis, atau karena beberapaan , termasuk antibiotic. Kenaikan suhu tubuh akibat konsumsi obat ini disebut dengan demam obat atau drug fever.

Meskipun terkadang menghawatirkan, demam tinggi pada anak tidak selalu menandakan bahwa anak menderita suatu penyakit serius. Demam pada anak yang seringkali dijumpai tidak berbahaya, tetapi demam pada anak merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berusaha melawan infeksi tersebut.

Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gejala yang seringkali menyertai penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu obat-obatan. Tetapi untuk mengobati demam yang lebih parah, beberapa obat-obatan penurun demam dapat dibeli secara bebas di apotek. Perlu diperhatikan untuk membaca aturan pakai dan dosis yang dianjurkan.

Pemeriksaan suhu tubuh yang paling tepat adalah menggunakan thermometer. Jangan mengandalkan rabaan tangan untuk memastikan demam atau tidak. Demam belum tentu menjadi kondisi yang serius, namun apabila suhu tubuh mencapai 380 C dan mengalami satu atau gejala berikut ini maka segera hubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan terdekat :

  • Leher terasa kaku dan mata menjadi sensitive terhadap cahaya
  • Mual muntah secara terus menerus
  • Muncul bercak kemerahan pada kulit
  • Sesak napas
  • Terus menerus merasa kantuk
  • Anak tidak mau minum dan jarang buang air kecil

Cara Menggunakan Termometer dengan Benar

 

 

 

 

 

 

 

Ada beberapa thermometer, diantaranya yaitu thermometer raksa, thermometer telinga, thermometer digital. Diantara ketiganya, thermometer digital yang paling banyak dipilih karena selain harga yang terjangkau, penggunaannya juga mudah, dan hasil yang akurat. Ada 3 bagian yang dapat diaplikasikan yaitu pada mulut, ketiak, dan anus. Namun sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan thermometer yang sama pada tiga bagian yang berbeda. Adapun cara penggunaan thermometer digital yang benar adalah :

  • Cuci tangan menggunakan sabun dan bilas
  • Bersihkan thermometer sebelum digunakan
  • Nyalakan thermometer dengan memencet tombol yang ada dan tunggu hingga tulisan di layar berhenti berkedip
  • Letakan thermometer pada lipatan ketiak
  • Tahan thermometer pada posisi yang sama kurang lebih 40 detik atau sampai thermometer berbunyi
  • Ambil thermometer lalu baca tulisan pada layar. Angka yang tertera menunjukan suhu tubuh orang tersebut
  • Bersihkan kembali thermometer dan simpan kembali pada tempatnya

Faktanya, demam bukanlah penyakit utama. Melainkan reaksi tubuh terhadap suatu penyakit bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Untuk memastikan anak demam, orang tua harus mengukur suhu anak. Dikatakan demam apabila suhu tubuh melebihi 380 C. Meski demikian tidak semua demam pada anak pelu berobat. Pertolongan pertama memainkan peran penting dalam mengatasi demam pada anak.

Langkah-langkah penanganan pertama yang orang tua harus lakukan di rumah, jika anak demam yaitu

  • Bedrest

Mengistirahatkan anak dari berbagai aktifitas saat anak demam adalah langkah yang tepat. Apabila setelah 3 hari demam anak tak kunjung turun maka segera bawa ke dokter. Selama itu waktu istirahat anak dianjurkan untuk lebih diperbanyak.

  • Kompres air hangat

Sudah tidak asing lagi budaya di masyarakat kita, apabila anak terkena demam langsung di kompres dengan air dingin. Padahal air dingin tidak dianjurkan dan sebaiknya menggunakan air hangat. Penggunaan air hangat akan menyebabkan vasodilatasi, yaitu melebarnyapembuluh darah dan pori-pori kulit, sehingga terjadi penguapan. Pengompresan dapat dilakukan di lipatan ketiak dan punggung. Durasi pengompresan antara 1-1,5 jam dan setiap 15 menit air hangat untuk mengompres harus diganti.

  • Terapi herbal

Terapi menggunakan herbal sangat membantu, karena adanya proses evaporasi dalam tubuh dan memberikan relaksasi untuk anak. Biasanya terapi herbal menggunakan bawang merah. Caranya dengan membalurkan bawang merah yang sudah dipotong tipis-tipis pada punggung anak.

 

Demam dapat disebabkan karena infeksi bakteri atau virus, misalnya infeksi saluran nafas atas. Tidak diketahui secara pasti mengapa demam dapat menyebabkan kejang pada beberapa anak, namun diduga ada factor genetik yang berperan di dalamnya.

 

Apa yang terjadi saat anak kejang ?

Saat anak mengalami kejang akibat demam maka yang terjadi adalah :

  • Hilang kesadaran
  • Bergetar atau kejang pada seluruh bagian tubuh
  • Tubuh menjadi kaku

Kejang yang diakibatkan karena demam tidak berbahaya dan hanya berlangsung 2 sampai 3 menit dan tidak mengganggu fungsi otak serta tingkat kecerdasan anak. Lantas apa yang perlu dilakukan pertama kali sebelum anak diabawa ke rumah sakit ?

Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua sebelum membawa anaknya yang mengalami kejang ke fasilitas kesehatan yaitu :

  • Miringkan tubuh anak. Untuk mencegak anak tersedak. Biarkan kejang berlangsung dan jangan berusaha untuk menahan tubuh anak
  • Gunakan handuk, pakaian, atau selimut supaya lidah tidak tergigit . Jangan berikan minum atau apapun yang dapat menyumbat jalan nafas
  • Hitung waktunya saat anak kejang. Jangan panik tapi pastikan anda mengukur berapa lama kejang berlangsung. Jika kejang berlangsung selama lebih dari 5 menit segera bawa anak ke fasilitas kesehatan seperti klinika atau rumah sakit.
  • Setelah kejang, kompres dengan air hangat di dahi, lipatan ketiak dan selangkangan. Meskipun kejang tidak lebih dari 5 menit pastikan anda untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan seperti klinik atau rumah sakit guna mendapatkan pemeriksaan dokter lebih lanjut. pastikan anda memantau kondisi anak sehari setelah kejang. Anda dapat memberikan obat penurun panas secara rutin, walaupun hal tersebut kurang bisa untuk menghentikan kejang namun dapat membantu untuk menormalkan suhu tubuh anak.

 

Mengenal Influenza

Influenza atau flu adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan (sistem yang terdiri dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru). Gejala-gejala flu yang biasa dirasakan diantaranya adalah demam, sakit kepala, batuk, badan terasa pegal, nafsu makan menurun, dan tenggorokan terasa sakit.

Flu disebabkan oleh virus influenza yang dapat ditularkan secara langsung atau tidak langsung. Contoh penularan langsung yaitu ketika kita tidak sengaja menghirup butiran air liur di udara yang dikeluarkan oleh  penderita flu melalui bersin atau batuk. Sedangkan contoh tidak langsung yaitu ketika kita berjabat tangan dengan penderita flu yang sebelumnya telah menggunakan tangannya untuk memegang mulut atau hidung. Selain itu benda-benda yang sudah terkontaminasi virus flu juga bisa menjadi media penularan. Langkah utama untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum makan. Bagi pengguna kendaraan umum disarankan untuk memakai masker saat berpergian.

 

Masa inkubasi virus flu termasuk singkat. Anda akan mengalami gejala hanya dalam waktu satu sampai tiga hari setelah pertama kali terinfeksi. Masa dimana flu paling menulah adalah dihari ketika gejala mulai muncul sampai tiga hingga tujuh hari berikutnya.

 

Beberapa langkah pengobatan flu yang bisa anda lakukan diantaranya adalah dengan istirahat secara cukup, banyak mengkonsumsi air mineral, konsumbi buah dan sayuran, dan menjaga tubuh agar tetap dalam suhu normal. Anda tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi antibiotik karena obat ini hanya diperuntukan bagi kondisi yang disebabkan karena bakteri, sedangkan penyebab flu adalah virus. Namun apablila kondisi tubuh belum membaik maka anda dapat memeriksakan diri anda ke Dokter Umum di Klinik Al-Irsyad Cilacap.

 

Beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk mencegah penularan flu adalah :

  • Menjaga kebersihan
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau setelah bepergian
  • Menutup mulut atau hidung saat bersin atau batuk
  • Menggunakan masker saat berpergian (terutama bagi pengguna kendaraan bermotor dan kendaran umum) atau ketika berada di sekitar penderita flu
  • Memastikan tubuh menerima asupan vitamin dan gizi secara cukup dan seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Olahraga secara teratur
  • Menjaga asupan cairan tubuh agar tidak terjadi dehidrasi

Sumber : http://www.alodokter.com

Antibiotik Bijak Demi Masa Depan

WHO memperkirakan bahwa lebih dari setengah dari semua obat yang diresepkan, diberikan atau dijual secara tidak tepat, dan setengah dari semua pasien tidak menggunakannya dengan benar. Penggunaan yang berlebihan, kurang, atau penyalahgunaan dari obat menyebabkan pemborosan.

Workshop Penggunaan Antimikroba Secara Bijak dilaksanakan hari ini (25/08/2016) di Golden Palace Hotel – Mataram yang akan berlangsung sampai 27 Agustus 2016. Kegiatan di buka olah Kasubdit Penggunaan Obat Rasional Drs. Heru Sunaryo, Apt. Dihadiri Kepala Bidang Binkesmas Dinkes NTB, Lalu Budiarja, S.K.M., M.Kes.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa di tingkat ASEAN yang telah dilaksanakan pada tahun 2012 di Jakarta, yaitu ASEAN Workshop on Rational Use of Antibiotic yang merupakan pelaksanaan program POR dari Asean Working Group on Pharmaceutical Development (AWGPD), dan selanjutnya pada tahun 2014 Direktorat Pelayanan Kefarmasian melaksanakan workshop ini di 3 Provinsi (Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat) pada tahun 2015 untuk para Apoteker dari 14 Rumah Sakit Rujukan Nasional.

Sementara tahun ini Direktorat Pelayanan Kefarmasian melaksanakan “Workshop Penggunaan Antimikroba Secara Bijak” untuk Rumah Sakit Rujukan Regional; pada April 2016 yang lalu diikuti oleh 33 Apoteker yang berasal dari 33 Rumah Sakit Rujukan Regional Wilayah Barat dan pada hari ini dilaksanakan kegiatan yang akan diikuti oleh 55 Rumah Sakit Rujukan Regional.

Melalui kegiatan ini diharapkan selain dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta, juga terbentuk jejaring antar fasilitas pelayanan kesehatan utamanya rumah sakit yang kemudian secara konsisten dan kontinyu melaksanakan upaya peningkatan penggunaan antimikroba secara bijak guna mendukung penggunaan obat secara rasional.

Peserta pada pertemuan ini adalah perwakilan 55 Apoteker Instalasi Farmasi dari 55 RS Rujukan Regional, Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kota Mataram, serta Peserta dan panitia pusat dengan narasumber antara lain: Direktur Pelayanan Kefarmasian yang diwakili oleh Kasubdit POR, Drs. Didik Hasmono, M.S., Apt. dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Taralan Tambunan, Sp.A. (KPRA, RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo), Dr. Hary Parathon, Sp.OG. (KPRA, Tim PPRA RSUD Soetomo), Mariyatul Qibtiyah, S.Si., Apt., Sp.FRS. (KPRA, Tim PPRA RSUD Soetomo).

Selain penjelasan materi dilakukan juga diskusi kasus untuk membahas beberapa kasus yang sering terjadi pada penggunaan antibiotika, serta diskusi kelompok untuk menyusun strategi dan rekomendasi untuk mengatasi masalah penggunaan antimikroba, khususnya antibiotik di daerah masing masing peserta, dengan tujuan tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang penggunaan antimikroba secara bijak namun dapat menghasilkan rekomendasi dan rencana aksi di RS atau Tempat pelayanan peserta bersangkutan.

Dalam sambutan Direktur Pelayanan Kefarmasian dikatakan bahwa “Resistensi Antimikroba atau antibiotic resistance adalah masalah global, oleh karena itu, negara-negara angggota Organisasi Kesehatan Dunia atau World Healt Organization termasuk Indonesia sepakat melaksanakan pengendalian resistensi antimikroba”. Muncul dan berkembangnya mikroba resiten dapat dikendalikan melalui dua kegiatan utama, yaitu penerapan antibiotik secara bijak (prudent use of antibiotics) dan penerapan prinsip pencegahan penyebaran mikroba resisten melalui kewaspadaan standar.

Menurut WHO, penggunaan obat yang rasional mensyaratkan bahwa “pasien menerima obat yang tepat untuk kebutuhan klinisnya, dalam dosis yang memenuhi kebutuhan, untuk jangka waktu yang cukup, dengan biaya yang terjangkau untuk inividu dan komunitas”.

WHO memperkirakan bahwa lebih dari setengah dari semua obat yang diresepkan, diberikan atau dijual secara tidak tepat, dan setengah dari semua pasien tidak menggunakannya dengan benar. Penggunaan yang berlebihan, kurang, atau penyalahgunaan dari obat menyebabkan pemborosan.

Oleh karena itu diperlukan intervensi yang konsisten dan terus menerus untuk mengatasi masalah penggunaan obat secara tidak rasional, khususnya antibiotik. Hal ini memerlukan dukungan semua pihak yang berkepentingan, bukan hanya tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan, tetapi juga masyarakat yang mendapatkan pelayanan serta kalangan akademis dalam memberikan pendidikan yang konsisten dan berkelanjutan.

Kementerian Kesehatan tahun 2014 telah membentuk Komite Pengendalian Resisten Antimikroba (KPRA) untuk mengendalikan penggunaan antimikroba secara luas, baik difasilitas pelayanan kesehatan maupun masyarakat. Dilain pihak pada beberapa RS Pendidikan melalui Dirjen Pelayanan kesehatan telah dikembangkan Program Pengendalian Resistensi Antimokroba (PPRA) untuk mengatasi dan mencegah terjadinya resistensi antibiotik di Rumah Sakit.

Untuk mencapai dan mewujudkan tujuan Penggunaan Obat Rasional dan dalam rangka pengendalian resistensi Antimikroba, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan melalui Direktorat Pelayanan Kefarmasian melakukan berbagai kebijakan dan upaya agar tujuan tersebut tercapai dengan tetap memperhatikan peran dan tugas profesi kesehatan, serta pembagian peran dan tugas pusat dan daerah sesuai dengan otonomi daerah. (Sumber : Mataram-humasfarmalkes_rd). 

AGAR OTAK TETAP SEHAT

Otak merupakan organ yang sangat penting, terutama dalam kemampuan kognitif. Layaknya otot yang membesar saat dilatih dan mengecil pada saat tidak mendapatkan beban, otak juga akan berkurang kemampuannya jika tidak mendapatkan latihan yang memadai. Salah satu dampak buruk pada orang yang jarang menggunakan kemampuan berpikir adalah penurunan secara drastis kemampuan berpikir saat usia sudah menapak tua akibat proses degenerasi.

Untuk menghindari hal tersebut ada langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Lakukan olahraga yang memadai. Olahraga dapat memperbaiki sirkulasi darah ke otak, sehingga aliran nutrisi juga dapat terjaga. Dengan demikian, selalu ingat bahwa olahraga merupakan salah satu syarat untuk kesehatan otak.

2. Tetaplah berusaha untuk memiliki hubungan sosial dengan orang lain, baik berupa perkumpulan teman di kantor atau dalam lingkungan rumah.

3. Berpikirlah secara rasional dan positif terhadap masalah. Jika masalah selalu membuat depresi, hal itu juga dapat membawa akibat buruk bagi otak. Dengan demikian perlu dilakukan upaya untuk mengatasi stress.

4. Konsumsi makanan sehat. Hal itu penting, terutama makanan yang banyak mengandung anti-oksidan, folat, dan asam lemak omega-3.

5. Pertahankan kesehatan. Caranya dengan mempertahankan berat badan, menghindari peningkatan kolestrol, menjaga tekanan darah, dan kadar gula dalam batas normal.

6. Jika memang mengalami penyakit, terutama penyakit yang dapat mengganggu otak, misalnya tekanan darah tinggi, diabetes, atau peningkatan kolestrol, konsumsi obat yang dapat mengatasi penyakit tersebut.

7. Istirahat cukup juga berperan dalam membantu kesehatan otak. Setidaknya tidur antara 6-8 jam perhari untuk mengembalikan fungsi otak.

8. Senantiasa berusaha untuk melakukan stimulus terhadap otak. Misalnya saja dengan berpikir suatu hal, berusaha memecahkan suatu masalah, atau berpikir untuk menghadirkan sesuatu yang berkualitas. Hal itu akan memicu otak untuk terus bekerja. Otak yang bekerja akan lebih baik dibandingkan otak yang tidak mendapatkan stimulus.

9. Pada orang yang sudah berhenti dari pekerjaan atau sudah pensiun, jangan biarkan otak tidak bekerja dalam waktu lama. Lakukan kegiatan kecil untuk merangsang otak agar bekerja. Misalnya saja bermain catur, membaca koran atau majalah, menonton acara berita di TV, atau kegiatan lain untuk merangsang otak berpikir.

Selain melakukan 9 langkah di atas, maka untuk menjaga kesehatan otak perlu juga untuk menghindari 4 hal berikut:

1. Hindari minum alkohol, merokok, menggunakan narkoba atau zat aditif lain. Penderita yang sering merasa depresi terkadang merasa nyaman dengan menggunakan obat penenang. Meskipun dokter sudah tidak lagi meresepkan, untuk menghadirkan rasa nyaman, seringkali dia membeli sendiri obat tanpa resep dokter. Hal itu juga harus dihindari.

2. Merasa malas pergi ke dokter jika mengalami masalah mental, misalnya depresi atau masalah lainnya. Jika tidak mendapatkan penanganan yang memadai, kondisi kejiwaan pada akhirnya akan berpengaruh pada otak.

3. Waspadai terjadinya masalah dalam fungsi mengingat atau fungsi kognitif misalnya lupa dengan tanggal lahir pasangan, lupa menaruh kunci, tidak bisa menyelesaikan perhitungan matematika sederhana, dan gangguan lainnya. Meskipun demikian jangan lantas menjadi terlalu khawatir hingga menjadi cemas bila mengalami hal tersebut. Lakukan latihan untuk mengingat hal-hal kecil tersebut, dalam batas tertentu otak dapat dipaksa untuk mengingat. Latihan itu dapat membantu merangsang otak.

4. Mengurung diri di dalam rumah dan tidak bersosialisasi dengan orang lain juga dapat membawa akibat buruk bagi otak. Bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain dapat merangsang otak bekerja.

BILA DEMAM TERJADI PADA ANAK KITA

Apakah demam itu?

Demam adalah kenaikan temperatur tubuh
Demam adalah gejala, bukan penyakit. Demam menunjukkan bahwa terjadi suatu masalah pada tubuh kita dan tubuh kita sedang mengatasinya.
Anak Anda demam bila hasil pengukuran suhu melalui anus melebihi 100.4 derajat F (atau 38 derajat C).
Anak Anda demam bila hasil pengukuran suhu melalui mulut (oral) melebihi 99.6 derajat F (atau 37.6 derajat C).
Anak Anda demam bila hasil pengukuran suhu melalui ketiak melebihi 98.6 derajat F (atau 37 derajat C).
Suhu normal adalah 97-100.4 derajat F (36-38 derajat C).


Apa yang menyebabkan demam?

Demam adalah gejala dari suatu penyakit
Demam adalah mekanisme perlawanan tubuh terhadap infeksi virus atau bakteri
Demam biasanya tidak berbahaya

Apakah demam menular?

Tidak. Demam tidak menular.

Bagaimana menggunakan Termometer?

Termometer digunakan untuk mengukur suhu tubuh anak
Selalu cuci termometer dengan air hangat (jangan panas!) setelah digunakan. Dapat juga digunakan sabun atau alkohol. Basuh dengan air dingin dan dinginkan.
Simpan termometer di tempat yang aman agar tidak mudah pecah dan tidak mudah dijangkau anak

Bagaimana caranya mengukur suhu anak?

Mengukur dengan sentuhan tangan pada kepala anak, wajah atau perut bukanlah cara yang baik untuk menentukan apakah anak kita demam atau tidak. Anda harus mengukur suhunya dengan termometer (bukan dengan temperature strips atau termometer empeng). Gunakan cara mengukur suhu yang terbaik sesuai usia anak Anda. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian dengan termometer.

Bayi dan Balita
Mengukur suhunya lewat anus dengan aman tidaklah mudah
Mengukur suhu bayi di bawah ketiak adalah yang terbaik
Taruh ujung termometer di tengah ketika. Pegang dengan satu tangan dan gunakan tangan yang lain untuk memegang tangannya
Pegang termometer selama 3-4 menit

Anak diatas 5 tahun
Bila tidak sulit, ukur temperatur lewat mulut anak. Hati-hati karena anak yang lebih kecil biasanya suka menggigit termometer.
Bila anak kita baru saja minum, tunggu 10 menit sebelum mengukur suhunya
Baringkan atau suruh duduk. Letakkan termometer di bawah lidahnya. Suruh anak anda untuk menutup bibirnya tapi tidak menggigit termometer.
Pegang termometer selama 2-3 menit.

Bagaimana mengatasi demam?

Demam dapat dirawat tanpa menggunakan obat-obatan.

Tanpa obat-obatan:
· Jika anak kita masih dapat makan, minum dan main, dia mungkin sama sekali tidak memerlukan obat
· Gunakan pakaian yang ringan atau lepaskan bajunya sehingga panas dapat keluar lewat kulitnya
· Selimuti dengan selimut tipis jika dia kedinginan atau menggigil
· Tenangkan anak Anda. Terlalu banyak aktifitas dapat memperburuk demamnya.
· Berika ekstra cairan (seperti air, Popsicles, Jell-O atau juice). Jika ia tidak mau minum, berikan cairan apapun yang dia mau minum (termasuk es krim, red.)

Dengan obat-obatan:
· Obat dapat menolong anak kita merasa lebih baik tapi mungkin tidak akan memberhentikan demamnya
· Berikan Acetaminophen (seperti Tylenol, Tempra, atau Panedol) setiap empat jam
· Baca label dan ikuti petunjuknya. Beri jumlah yang tepat sesuai berat badan dan usianya, bila perlu konsul dengan dokter.
· KONSUL dengan dokter sebelum memberikan Ibuprofen (seperti Pediaprofen, Motrin, atau Advil).
· JANGAN gunakan aspirin untuk demam. Asprin dapat mengakibatkan sakit yang lebih serius, terutama bila anak kita justru sedang terserang cacar air
· Anak mungkin butuh berendam jika panasnya lebih dari 40 derajat C dan belum turun setelah 30-60 menit setelah diberi obat. Gunakan air hangat, bukan air dingin. Jangan tinggalkan anak sendirian di bak..
· Hentikan berendam jika anak mulai menggigil
· Jangan mengompreskan alkohol ke kulit anak karena dapat mendinginkannya terlalu cepat atau menyebabkan keracunan alkohol

Berapa lama demam berlangsung?

Demam biasanya berlangsung tidak lebih dari tiga hari. Kontak dokter jika suhu anak tidak turun juga.

Bagaimana mencegah demam?

Suhu tubuh bervariasi sepanjang hari
Suhu biasanya naik di udara hangat, setelah olahraga, setelah minum panas, dan ketika menggunakan baju tebal. Demam adalah tanda bahwa tubuh kita sedang memerangi infeksi, jadi tidak perlu dicegah. Amati kelakuan anak untuk mengetahui apakah demamnya normal. Baca instruksi di bawah untuk mengetahui kapan harus menghubungi dokter.

Kapan harus menghubungi dokter?

Kontak dokter jika bayi Anda berusia dibawah 3 bulan dan suhunya tinggi
Kontak dokter jika anak Anda suhunya 40 derajat C atau lebih
Kontak dokter jika anak Anda demam dan kehilangan nafsu makan, sakit kepala, muntah atau sakit perut, rewel, mengantuk berat, menangis tidak seperti biasanya, tidak bisa menelan, sakit tenggorokan, susah nafas, sakit telinga atau sakit ketika buang air.

Prinsip utama tata laksana demam (sesuai panduan Mayo Clinic USA) :

Orang tua tidak perlu panik, umumnya demam tidak membahayakan jiwa. Hal utama yang perlu dilakukan adalah mengamati perilaku anak. Bila saat suhu agak rendah anak masih tetap aktif, masih riang, masih mau main, maka kita tidak perlu cemas.
Jangan memberikan obat panas bila demam tidak tinggi
Cegah kemungkinan terjadinya dehidrasi
Mengetahui kapan harus cemas dan harus menghubungi dokter

Ringkasan

Demam adalah peningkatan suhu tubuh
Demam adalah mekanisme perlawanan tubuh terhadap infeksi virus atau bakteri
Demam tidak menular
Ada beberapa cara mengukur suhu anak Anda. Gunakan yang terbaik sesuai usianya .
Kebanyakan anak tidak membutuhkan obat jika demam. Obat tidak akan menghentikan demam tapi dapat menolongnya merasa enakan.
Demam seharusnya tidak berlangsung lebih dari tiga hari.
Mengalami demam berarti tubuh kita sedang berperang melawan infeksi, jadi tidak perlu mencegahnya.
Kontak dokter jika bayi anda demam atau menunjukkan perilaku-perilaku tertentu selama demam.

SAAT PUASA, SAATNYA MENDETOKS TUBUH

Selain menjalankan kewajiban yang harus ditunaikan umat Muslim di bulan Ramadhan, puasa juga memberikan banyak manfaat kesehatan. Saat berpuasa memberikan tubuh kesempatan untuk melakukan detoksifikasi (membersihkan tubuh).

Detoksifikasi adalah proses normal tubuh untuk mengeliminasi atau menetralkan racun yang dihasilkan dari fungsi biokimia melalui usus, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening, dan kulit.

Puasa dapat menjalankan proses ini karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh, yang terakhir diubah menjadi energi adalah cadangan lemak.

Manfaat lain dari puasa adalah memicu proses penyembuhan. Selama berpuasa, energi dialihkan dari sistem pencernaan, karena tidak ada makanan untuk memobilisasi terhadap metabolisme dan sistem kekebalan tubuh.

Inilah salah satu alasan mengapa hewan berhenti makan ketika terluka dan alasan mengapa manusia merasa tidak lapar ketika sedang sakit.

Puasa juga memicu penurunan berat badan dengan cepat. Setelah berada dalam mode puasa, tubuh menjadi terbiasa untuk bekerja tanpa makanan setelah beberapa hari.

Setelah berpuasa, perut sebenarnya menyusut dan dikembalikan ke ukuran normal. Orang-orang cenderung puas dengan sedikit makanan setelah berpuasa, sebagai sinyal terakhir untuk tubuh bahwa Anda telah mengubah cara makan.

Tapi hati-hati makan berlebihan setelah berpuasa, terutama jika Anda membuat tubuh lapar secara ekstrem. Hal ini bisa mengalahkan seluruh tujuan puasa dan juga manfaat yang seharusnya Anda dapatkan.

MENGENAL KELENJAR TIROID

Kelenjar Tiroid adalah salah satu kelenjar Endokrin yang terdapat pada tubuh manusia. Secara anatomi kelenjar Tiroid terletak dileher bagian depan, di depan dari trachea berbentuk seperti kupu-kupu mempunyai berat kurang lebih 15 sampai 20 gram, setinggi ruas tulang leher ke 2 dan ke 3, Kelenjar Tiroid memproduksi hormon tiroid, ada 2 macam hormon tiroid yaitu dalam bentuk T3 (Triodo Tironin) dan T4 (Tiroksin), Proses pengeluaran hormon tiroid dirangsang oleh Tiroid Stimulating Hormon (TSH) yang dikeluarkan oleh kelenjar Hipofise bagian anterior.

Hormon Tiroid memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari karena hormon ini berperan dalam proses metabolisme tubuh, juga berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan serta intelegensi individu. Sebagai bahan baku pembentukan hormone tiroid adalah Zat Yodium yang didapatkan dari makanan sehari-hari, sumber utama Yodium didapat dari makanan laut dan garam beryodium, tubuh manusia memerlukan zat yodium kurang lebih 50 mg pertahun atau 1 mg perminggu dalam bentuk yodida. Dalam keadaan normal ketiga hormon tersebut (TSH dan T4, T3) dalam keadaan keseimbangan. Namun dalam kehidupan sehari-hari selalu ada penyimpangan dari ketiga hormone tersebut sehingga mengakibatkan terjadinya proses gangguan metabolism dalam tubuh. Penyimpangan tersebut bisa berupa kekurangan (hypotiroid)atau kelebihan (hypertiroid).

Untuk mengetahui hal tersebut maka memerlukan pemeriksaan laboratorium dari ketiga hormone tersebut di atas. Di laboratorium Klinik Pramita saat ini dapat melakukan pemeriksaan T3, T4, TsH, dengan hasil yang lebih cepat dan berkualitas. Berikut ini adalah gejala orang yang menderita gangguan hypo tiroid :

  • Kulit yang kering dan rambut yang kasar
  • Kurang tahan terhadap cuaca dingin
  • Kelelahan
  • Denyut jantung yang melambat
  • Kurang konsentrasi
  • Kolesterol meninggi
  • Mudah keguguran

 

Gejala dengan gangguan hypertiroid :

  • Banyak keringat
  • Tremor
  • Berat badan menurun
  • Mudah lelah
  • Tidak tahan terhadap cuaca
  • Denyut jantung yang cepat
  • Sulit tidur

Demikianlah sedikit informasi mengenai kelainan Kelenjar Tiroid. Apabila anda merasakan gejala seperti diatas sebaiknya segera konsultasi pada Dokter anda, sebagai upaya pencegahan sebaiknya gunakanlah garam beryodium dalam makanan yang kita makan sehari-hari.

Penulis : dr.Eman Swardhana

Ramadhan Sehat

Bagi seorang muslim, bulan Ramadhan adalah bulan istimewa karena banyak keutamaan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Di bulan tersebut kita diwajibkan puasa selama 1 bulan penuh. Tentunya kita yang menjalankan ibadah puasa harus tetap mempunyai kesehatan yang prima dan tetap melakukan aktifitas seperti biasa. Untuk menjaga tubuh tetap segar dan sehat saat berpuasa, ada beberapa tips yang dapat dilaksanakan sehingga dapat membantu kita tetap prima dan maksimal menjalankan aktifitas dan ibadah di bulan Ramadhan.

  1. Memulai dari niat yang bersih, motivasi yang kuat dan semangat puasa secara otomatis akan mengatur kadar asam lambung orang yang berniat puasa lebih rendah dibandingkan orang yang kelaparan.
  2. Senang hati dan ikhlas akan mengatur enzim epinefrin, endorpin, dan aktivitas glukagon meningkat sehingga tubuh lebih kuat.
  3. Sahur, Jangan tinggalkan sahur, karena itu adalah bekal asupa kita untuk menjalani aktifitas.
  • Menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi.
  • Hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis karena makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat sehingga kita bisa lebih cepat lapar.
  • Hindari minuman kopi karena akan mebuat kita lebih cepat mengalami dehidrasi dan kehausan.
  • Hindari makanan yang telalu asin karena akan membuat kita lebih cepat haus
  • Mengakhirkan sahur.
  1. Hindari tidur setelah makan sahur
  2. Tidak dianjurkan untuk bermalas-malasan. Aktivitas pada saat puasa justru dapat merangsang pengeluaran hormon anti insulin yang berfungsi melepas gula darah dari simapanan energi, sehingga kadar gula darah tidak menurun.
  3. Berolahraga ringan. Aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar tidak loyo. Pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih seperti lari-lari kecil, bersepada, senam atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang berbuka.
  4. Cukup tidur
  5. Jangan tunda waktu berbuka puasa
  6. Saat berbuka awali dengan air putih dan makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula seperti kurma, kolak mengembalikan secara instan energi kita yang terkuras seharian. Kemudian istirahatkan sesaat untuk memberi waktu organ cerna kita beradaptasi. Sebisa mungkin hindari minum es atau yang bersoda karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal dan mengakibatkan kembung.
  7. Pillih menu berbuka yang berserat dan vitamin tinggi. Jangan terburu-buru makan, kunyah makanan dengan sempurna, dan makan secara bertahap ( jangan langsung dalam jumlah besar ). Kurangi konsumsi makanan berlemak, makanan yang diawetkan, penyedap rasa dan bumbu berbau tajam ( cuka, cabe dan asam )
  8. Perbanyak konsumsi air putih
  9. Kendalikan emosi dan selalu berpikir positif

 

Penulis : dr. Ratih Dewi Triani

WhatsApp chat